Kaligrafi “rasa” injil

Kaligrafi “Rasa Injil” Marak
Tuesday, 30 December 2008 13:24

Umumnya orang mengenal ilmu seni kaligarafi pasti bersumber dari Al-Quran atau Hadist. Tapi ada yang beraroma Injil. Kok bisa?

Hidayatullah.com–Tak seorangpun dari kalangan Muslim yang tak menyukai seni kaligrafi Al-Quran. Tidaklah lengkap jika rumah seorang Muslim tak ada hiasan kaligrafi Al-Quran.

Karenanya, bukan hal aneh jika di sudut rumah kaum Muslim terdapat hiasan-hiasaan berupa seni kaligrafi Islam dengan bertuliskan “Allah”, “Muhammad”, “Basmalah”, “ayat Kursi” atau surat-surat lain dalam Al-Quran.

Apakah semua orang Muslim tahu membedakan mana dari sumber-sumber Al-Quran, al-Hadist? Itulah yang menjadi masalah. Sebab tak semua kaum Muslim tahu hal itu.

Beberapa hari ini, sejumlah milis menyebarkan kegundahan atas maraknya kaligrafi yang tidak bersumber dari Islam. Sepintas memang tak jauh berbeda dengan potongan ayat-ayat suci dalam Al-Quran, namun jika dicermati, sesungguhnya itu adalah potongan-potongan surat dari Kitab Injil.

Baru-baru ini, memang marak beredar kaligrafi beraroma Injil. Kaligrafi ini pun tak kalah indah. Bahkan dijual bebas di berbagai toko buku. “Di beberapa toko buku banyak dijual mas, “ujar M. Yunus (35).

Hampir sama, kaligrafi serupa dengan hiasan-hiasan dan berbahasa Arab. Bentuknya melingkar bertuliskan ‘abana alladzi fis-samawati… yang berarti bapa kami di langit. Dalam teologi Kristen, kata ini berarti Allah (Allah Tuhan Bapak).

Atau potongan surat Ahibbuu a’daa a’kum, Baarikuu laa niniikum. Ah sinuu ila Mubghidhikum….” Ini adalah potongan dari Injil Matius 5:44-45. Yang artinya, “Cintailah musuh-musuh kalian dan berkahilah orang yang mencela kalian, berbuat baiklah kepada orang yang memusuhi engkau, dan sambunglah silahturahim kepada orang-orang yang berbuat jelek kepada engkau dan orang-orang yang mengusir engkau agar menjadi anak-anak bapak kamu yang ada di surga.” (injil matius 5 : 44-45)

Ada juga potongan dari Injil Matius ayat 29-30, yang artinya, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Beda dengan Ilmu Khat

Sebagaimana diketahui, dalam dunia seni dikenal dengan istilah kaligrafi. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani dari kata kalio dan graphia. Secara umum diartikan sebagai tulisan yang indah. Dalam bahasa Inggris, kaligrafi disebut dengan calligraphy.

Islam mengenal seni kaligrafi yang sering disebut kaligrafi Islam. Tapi ada pula yang secara khusus disebut dengan khath. Keduanya memiliki perbedaan makna.

Seni khatth merupakan khazanah tertua di dunia yang masih dimiliki oleh umat Islam. Penulisan khath pertama dunia dipercayai dihasilkan di Kufah, Iraq dalam kurun abad ketujuh. Hingga muncullah istilah jenis khath Kufi, khath Nasakh, khath Diwani, khath Thuluth, atau khath Riqa. Ilmu ini kemudian berkembang ke seluruh dunia hingga kini.

Mohammad Faiz (56), seorang ahli khath asal Bangil, Jawa Timur menjelaskan perbedaan antara kaligrafi umum dan kaligrafi yang dikenal dalam Islam.

“Kalau kaligrafi umum hanyalah menampilkan hiasan kata atau huruf-huruf Indah. Kalau dalam Islam diambilkan dari nama-nama Allah, Nabi-nabi, potongan Al-Quran atau hadist,” ujar pria yang pernah belajar khath selama tujuh tahun di Timur Tengah ini.

Menurut Faiz, masih ada satu hal penting yang membedakan antara kaligrafi umum dengan seni khath. Bedanya, penulis khath haruslah orang yang mengerti kaidah-kaidah penulisan yang benar ayat-ayat suci Al-Quran. Termasuk diantararanya adalah menguasai kaidah bahasa Arab dan imla’, sebuah ilmu takhsinul khat. Yakni, cara-cara menulis khat yang benar.

Bahkan syarat-syarat seorang khathat (penulis khat) justru lebih berat. Seharusnya seorang yang alim dan mengerti Al-Quran dan ilmunya secara benar.

Gambar kaligrafi Islam abad 11 dari Persia

Meski demikian, sah-sah saja seseorang melukis seni kaligrafi Latin, China, Jepang , Jawi atau bahkan kaligrafi Injil. Tapi itu tidak bisa disebut kaligrafi Islam atau seni khath, ujar salah satu anggota lajnah pentaskhih Al-Quran Depag Jatim ini. Pentaskhih, adalah orang-orang ahli yang tugasnya mengkoreksi, mengawasi dan memverifikasi setiap Al-Quran yang akan dicetak dan dipublikasikan secama umum ke public. Karena begitu berat sistematikanya dalam khasanah khath dalam Islam, maka, menurut Faiz, kecil kemungkinan ada penyelewengan dalam Al-Quran. Bisa saja seseorang menipu atau memalsukan dengan huruf-huruf Arab, tetapi lambat laun akan tetap ketahuan. Nah, bagi Anda sekalian yang ingin membeli hiasan kaligrafi, mulai sekarang ada baiknya semakin berhati-hati agar tidak keliru. [cha/www.hidayatullah.com]

~ by islamthetruth on 30/12/2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: