Ladang jihad di Gaza, FPI, Presiden RI

SBY, FPI & JIHAD PALESTINA

Oleh : Redaksi 08 Jan 2009 – 6:00 pm

Oleh : Habib Muhammad Rizieq Syihab
Langkah Presiden SBY mengirim bantuan senilai dua milyar rupiah ke Palestina sudah sangat baik dan terpuji, karena menjadi bentuk kepedulian terhadap Krisis Kemanusiaan di Gaza. Namun pernyataan Presiden SBY bahwa Konflik Palestina bukan Konflik Agama adalah sangat disesalkan, bahkan bisa diartikan sebagai pernyataan pengecut yang licik dan jahat serta menyesatkan karena mengandung:

1) Pengkerdilan Masalah dari masalah dunia Islam menjadi masalah lokal Arab.
2) Pemutusan Ikatan Persaudaraan Muslim yang bagai Satu Tubuh.
3) Pemadaman semangat Jihad umat Islam yang sedang menggelora.
4) Penyesatan Opini tentang makna perjuangan dan pengorbanan Rakyat Palestina.
5) Pelarian dari tanggung-jawab yang lebih besar.

Lebih mengagetkannya, tatkala pemimpin-pemimpin dunia, muslim mau pun kafir, berlomba memberikan pernyataan keras terhadap Israel, Presiden SBY justru super sibuk meredam kemarahan umat Islam terhadap Israel di seantero negeri, ia mengajak agar rakyat jangan ”gegabah” dengan berjihad ke Palestina, dan mengatakan bahwa berjihad akan menambah ”beban masalah”.

Akibatnya, pengiriman bantuan Palestina oleh Presiden SBY yang semula diacungkan jempol oleh banyak pihak, akhirnya hanya dianggap sebagai ”Politik Tebar Pesona”, apalagi sebenarnya besar bantuan tersebut nilainya hanya 2% dari nilai korupsi yang dituduhkan kepada besannya, Aulia Pohan.

Tidak sepatutnya bagi SBY, selaku Presiden negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, memberikan pernyataan macam itu. Sesuai amanat UUD 1945, semestinya SBY konsisten berjuang menghapuskan penjajahan di atas muka bumi, yang oleh karenanya berkewajiban untuk turut mengusir sang penjajah Israel dari bumi Palestina dan mendukung sepenuhnya kemerdekaan Negara Palestina yang berdaulat. SBY seyogyanya mengirim Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza sebagai Pasukan Perdamaian untuk mejaga dan melindungi warga sipil Palestina dari kebiadaban Israel. Tapi sayang, SBY inkonsitensi. Sungguh sangat memalukan !

SBY harus lebih banyak belajar tentang Islam agar lebih memahami arti persaudaraan Islam yang tidak sektarian, tapi lintas sektoral dan bersifat transnasional, yang tidak dibatasi oleh ras, suku, golongan, kebangsaan, wilayah mau pun teritorial, sehingga lebih bisa menghargai setiap tetes darah umat Islam yang ditumpahkan secara zhalim oleh kaum kafir, kapan saja dan dimana saja.

SBY juga mesti lebih tekun belajar tentang makna Jihad Fi Sabilillah, sehingga tidak menyebutnya sebagai langkah ”gegabah”, apalagi menganggapnya sebagai ”beban masalah”. Jihad adalah perjuangan suci bukan gegabah. Jihad adalah pengorbanan bukan beban.

Mungkinkah di balik itu semua ada agenda tersembunyi yang dimainkan SBY ? Mengingat Amerika Serikat sebagai ”Bapak Asuh” Israel masih bungkam seribu bahasa tentang serangan brutal Israel ke Gaza – Palestina, sehingga SBY harus sangat hati-hati memberi pernyataan untuk menjaga ”hubungan khusus” dengan AS yang juga sudah mulai dijadikan ”Bapak Asuh” Indonesia.

Asumsi tersebut berdasarkan pernyataan yang pernah dilontarkan SBY sendiri ketika masih menjabat sebagai Menko Polkam di tahun 2003, yang bunyinya : ”I love The United State with all its faults. I consider it my second country.”(”Saya cinta Amerika Serikat dengan segala kesalahannya. Saya menganggapnya sebagai negara kedua saya.”). Pernyataan tersebut termuat dalam Al-Jazeerah English Archive 6 Juli 2003.

Harapan saya semoga asumsi tersebut tidak benar, dan doa saya semoga SBY mendapat taufiq dan hidayah sehingga menjadi pemimpin yang beriman dan bertaqwa. Dan saya yakin, siapa pun yang menjadi Antek AS & Israel pasti akan dihancurkan Allah ‘Azza wa Jalla.

Lain SBY lain FPI. Serangan biadab dan brutal Israel ke Gaza – Palestina telah mendorong FPI membuka Posko-Posko Jihad di berbagai daerah di pelosok Nusantara. Pro Kontra pun terjadi terhadap sikap reaksioner FPI tersebut. Kelompok yang Pro menyambut hangat dan memberi dukungan mulai dari doa hingga pembukaan akses persenjataan dan jalur Gaza. Sedang kelompok yang Kontra menyambut dingin dan melakukan penolakan mulai dari sekedar mencibir hingga caci-maki dan sumpah serapah.

Bagi FPI, pembukaan Posko Jihad Palestina di Indonesia memiliki makna dan manfaat yang besar, antara lain :

  1. Menjadi spirit bagi para Mujahidin di Palestina sekaligus pesan bahwa mereka tidak sendiri.
  2. Menjadi cambuk bagi masyarakat Arab yang bertetangga dengan Palestina untuk segera ikut berjihad agar tidak ketinggalan dengan Mujahidin Indonesia.
  3. Menjadi pesan peringatan bagi masyarakat internasional agar tidak sewenang-wenang terhadap umat Islam dimana saja dan kapan saja.
  4. Menjadi pesan khusus bagi Israel bahwa memerangi Mujahidin Palestina berarti memerangi umat Islam secara keseluruhan dan akan menjadi perang yang sangat luas dan panjang sekali.
  5. Menjadi bukti nilai persaudaraan dan persatuan serta solidaritas umat Islam dalam suka dan duka, bahkan hidup dan mati.
  6. Menjadi wadah penancapan niat dan kebulatan tekad untuk menjadikan Jihad sebagai jalan hidup.
    Menjadi pintu untuk menuju Jihad yang sebenarnya.
  7. Menjadi pengetuk Pintu Rahmat sehingga Allah SWT menurunkan pertolongannya.
  8. Menjadi wadah pelatihan mental dan penyadaran umat tentang urgensi Jihad.
  9. Menjadi pintu penting untuk menuju ridho Allah SWT.

Banyak pihak mempertanyakan soal biaya dan teknis yang telah disiapkan FPI untuk Jihad ke Palestina : Bagaimana biaya perekrutan, pelatihan dan pemberangkatan Mujahidin ke Palestina ? Bagaimana akses ke Gazanya ? Bagaimana pula akses persenjataannya ? Bagaimana pengalaman perangnya ? Dan seterusnya.

Soal biaya, FPI punya Yang Maha Kaya, yang kekayaannya unlimited (tanpa batas), dan tidak pernah kering sepanjang zaman, Dia lah Allah Azza wa Jalla. Ada pun soal teknis, FPI punya cara yang intinya : Banyak jalan menuju Gaza. Soal pengalaman, Alhamdulillah FPI memiliki alumni Afghan, Philipina, Ambon dan Poso, bahkan kini banyak mantan aktivis GAM di Aceh yang bergabung ke FPI dan sudah siap pakai untuk tempur di Palestina.

Lalu ada komentar : Bukankah lebih baik mengirim bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, pakaian dan makanan dari pada pengirirman Mujahidin Perang ? Jawabnya : Saat ini segala bentuk bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan oleh Rakyat Palestina. Pengiriman obat-obatan ditujukan untuk mengobati para korban yang luka akibat serangan Israel, tentu saja itu penting dan sangat baik. Namun, akal sehat mana yang membenarkan pengobatan para korban yang terluka, sedang para penjahat yang melukai mereka dan akan terus melukai mereka dan yang lainnya, bahkan akan membunuhnya, dibiarkan ?! Jadi, kirimlah Relawan Kemanusiaan dengan perlengkapan medisnya untuk mengobati para korban yang terluka, dan pada saat yang sama kirimlah Relawan Perang dengan persenjataannya untuk menghalau para penjahat yang telah melukai korban dan akan terus melukai korban dan yang lainnya bahkan akan membunuhnya, sehingga pengobatan para korban perang bisa terjaga dan terlindungi dengan baik.

Akhirnya, saya ingin ingatkan semua pihak bahwasanya bantuan apa pun yang kita berikan untuk perjuangan Mujahidin Palestina adalah baik dan sangat manfaat. Dan bantuan yang terbaik adalah yang datang dari yang paling ikhlas mencari ridho Allah SWT, walau hanya doa.

Di hari ‘Aasyuuraa ini, kita panjatkan doa : Allahumma Unshur Al-Mujaahidiin fii Kulli Maidaan wa fii Kulli Makaan wa fii Kulli Zamaan bi Haqqi Ar-Rasuul wa Al-Batuul wa Ummihaa wa Ba’lihaa wa Baniihaa. Aamiiin…! (fpi)

Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, 10 Muharram 1430 H

~ by islamthetruth on 08/01/2009.

3 Responses to “Ladang jihad di Gaza, FPI, Presiden RI”

  1. Assalamualaikum.
    Saya sependapat dengan ustadz, saya juga sedih kenapa presiden kita yg notabene memimpin bangsa muslim terbesar di dunia jadi pengecut gitu, itu bukan sikap yang arif baik kedalam maupun luar. kedalam akan dicela karena umat Islam mana yg tidak tahu bahwa bukan islamlah ia kalau ia tidak merasakan rasa sakit saudara seagamanya. keluar orang-orang kafir akan menilai pres kita sebagai orang yang mudah didikte. pak SBY gak usah khawatir, Bapak gak akan sendiri kita semua insyaAllah akan bantu jika ada kesulitan dalam negara kita terutama yg berhubungan dengan perang, ya gak Ustadz?
    Tapi, 2 hari yang lalu, saya melihat sesuatu yang membanggakan telah dilakukan pres SBY, naluri keIslamannya sudah mulai tampak dengan abstainnya Indonesia dalam sidang lanjutan atau apalah namanya dari PBB karena Indonesia menilai agendanya tidak tegas kepada Israel. Saya sangat bangga karena dengan demikian menunjukkan bahwa Pred kita gak suka sama si kapir yahudi itu dan secara tidak langsung bilang “kalau lo emang brani..neh lawan gue…Indonesia, brani gak lo??
    Satu lagi yang menunjukkan betapa beraninya pres kita ketika beliau menyatakan akan mengirimkan pasukan TNI ke gaza untuk memastikan tidak adanya penjajahan lagi terhadap Gaza Palestina, pada saat pernyataan itu dikeluarkan Pak SBY (kalo gak salah) israel belum mengeluarkan pernyataan gencatan senjata sepihaknya. Sumpah, saya bangga banget sama SBY kita saya bangga sama presiden kita, dan untuk itu kita juga harus adil ustadz, kita harus menyampaikan apresiasi kepada pres kita karena pernyataannya itu bukan tanpa efek dari dunia barat yang bisa saja menyulitkan pemerintahannya. trlepas dari itu semua, kenapa saya bangga kpd pres kita, karena jelas Ia seratus juta kali lebih baik daripada presiden mesir bahkan raja Arab saudi yang disana ada kota suci kita Makkah Almukarramah. dibanding pemerintah2 Islam lainnya Pak SBY mungkin (semangat dan keberaniannya) dapat disandingkan dengan presiden Iran, salut Pak teruskan jihatmu karena Allah telah memilihmu sebagai bangsa ini, maka tunaikanlah itu sebaik2nya karena tidak akan ada kemuliaan padamu wahai pemimpin bangsa ini jika rasa takut dan cintamu kepada yang lain melebihi rasa takut dan cintamu kepada Allah dan Rasulnya.
    Ustadz setujukan dengan pendapat saya yang terakir (ttg keberanian Pak Pres nantang israel?)
    untuk diketahui saya bukan simpatisan partai demokrat saya lebih cinta PKS tapi presiden saya suka pak SBY.
    makasih wassalamualaikum
    Teruskan Jihatmu Pak SBY, kami mengikutimu.
    Fitrisal_UGM

    • Assalamu’alaikum wr wb
      Tentu kita akan melihat, bagaimana sepak terjang calon pemimpin kita, dan tentu saja kita akan berikan apresiasi kepada mereka yang paling banyak berjuang menegakkan kalimatullah. Banyak persoalan yang sudah diujikan Allah SWT kepada mereka, dan kita telah merekamnya. Kasus-2 yang berhubungan dengan pelecehan dan pendangkalan akidah banyak terjadi di Indonesia, misalnya kasus Ahmadiyah yang sampai sekarang, memerlukan ketegasan seorang presiden, tidak juga selesai. Yang paling penting kita nanti memilih pemimpin yang paling kuat imannya, lurus akidahnya, mempunyai ghirah yang tinggi, cerdas, tidak terjangkiti penyakit wahn, mendahulukan kalimatullah daripada kalimat manusia (walaupun yang namanya UUD) dan tidak menonjol-nonjolkan diri untuk dipilih dan mau menggunakan tangannya(kekuasaannya) untuk menegakkan ‘amar ma’ruf nahyi munkar.
      InsyaAllah, kalu ada calon pemimpin seperti di atas saya akan pilih dia sebagai pemegang amanah yang saya berikan kepadanya, demi tegaknya kalimatullah di Indonesia tercinta ini.
      Wallohu’alam
      Wassalamu’alaikum wr wb

  2. assalamualaikum wr wb

    menurut saya klo jihad,langsung saja ke israel.meskipun fpi punya alumni afghan dsb,tetapi mereka kurang tahu medan.tempatkan pasukan di perbatasan2 israel,sedangkan di jalur gaza serahkan ke pasukan hamas.bisa juga nyamar jadi turis ke israel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: