Muhammadiyah jalin kerjasama dengan Israel ??

Muhammadiyah Jalin Kerjasama dengan Israel ??
PDF Print E-mail
Written by anr
Friday, 09 January 2009 13:14
Berita mengejutkan muncul dari tanah air ditengah agresi brutal Israel terhadap Muslim di Jalur Gaza. Muhammadiyah, salah satu organisasi Muslim terbesar di Indonesia ternyata menjalin kerjasama dengan salah satu organisasi Israel.Situs Islamonline melaporkan, lembaga Rescue and Emergency yang berada dibawah naungan Muhammadiyah telah menandatangani kesepakatan kerjasama di bidang kesehatan dengan Magen David Adom (MDA) sebuah organisasi layanan kesehatan nasional Israel. Kerjasama itu senilai 200.000 dollar dan penandatanganannya dilakukan oleh delegasi Muhammadiyah di Tel Aviv, ibukota Israel pada bulan Oktober 2007.

Sejumlah anggota dewan perwakilan rakyat yang mengetahui kerjasama ini mengecam sikap Muhammadiyah yang diam-diam menjalin kerjasama dengan Israel. “Pemerintah maupun organisasi-organisasi lokal seharusnya tidak membuka kerjasama apapun dengan Israel, sampai mereka mengembalikan tanah Palestina pada rakyat Palestina,” kata anggota dewan Sutan Batugana (Sekretaris Fraksi Partai Demokrat) seperti dikutip Islamonline.

“Apakah kita mengakui Israel sebagai sebuah negara? Pikirkanlah hak itu sebelum membuka hubungan dengan Israel,” kata Ganjar Pranowo , anggota dewan Indonesia dari FPDI.

Sejumlah pihak yang dimintai pendapatnya tentang hal itu, terkesan memberi dukungan jika Indonesia atau organisasi-organisasi yang ada di Indonesia menjalin kerjasama dengan Israel.

Aktivis LSM di utara Aceh, Hamzah Fansuri mengatakan, tidak ada masalah jika ingin menjalin hubungan dengan Israel, cuma waktunya memang belum tepat.

Pendapat serupa dilontarkan Gamal Ferdhi, aktivis pemuda Nahdlatul Ulama (NU). “Kenapa tidak? Fatah saja menjalin hubungan dengan Israel. Mengapa kita tidak?” ujarnya.

Dr. Ahmad Rumadi, profesor bidang Sejarah Hukum Islam di Universitas Islam Nasional (UIN) yang juga seorang aktivis NU meyakini hubungan dengan Israel lebih pada pertimbangan hubungan yang saling menguntungkan.

Sama dengan Rumadi, Ketua Kadin Muhammad Hidayat mengatakan bahwa Indonesia bisa mengambil keuntungan dari “keahlian” Israel di sejumlah bidang. “Kita belajar tentang sistem irigasi dari Israel,” ujarnya.
Pendapat berbeda dilontarkan Front Pembela Islam (FPI). Anggota FPI, Ali al-Hamid mengkritik makin banyaknya organisasi-organisasi di Indonesia yang mau menjalin kerjasama dengan Israel. “Saya dengar Muhammadiyah dan NU mendapatkan bantuan finansial langsung dari Yahudi. Hal ini membuat normalisasi berjalan mulus,” kata Al-Hamid.

Ia juga mengecam sejumlah tokoh-tokoh Islam di Indonesia yang berhubungan dekat dengan komunitas Yahudi sehingga membuka kesempatan besar bagi kerjasama dengan Israel. Menurut al-Hamid, yang diuntungkan dengan situasi ini, hanya Israel.

“Ini bukan soal masalah kesadaran, tapi murni untuk kepentingan pihak Israel agar bisa menyebarkan pengaruhnya ke komunitas Muslim.

Organisasi-organisasi Israel mendapatkan akses ke organisasi-organisasi Muslim di Indonesia, biasanya lewat anggota-anggota organisasi Muslim yang berpikiran liberal. Sungguh disayangkan, alih-alih membela bangsa Palestina yang puluhan tahun dibawah penjajahan Israel, organisasi-organisasi Muslim kita malah membuka kerjasama dengan Israel. Itu sama saja mendukung penjajahan dan kekerasan terhadap bangsa Palestina. Seolah-olah buta dengan kebiadaban Israel di Palestina selama puluhan tahun lamanya.

Catatan :

Berita tersebut di atas memang telah dikutip oleh islamonline, saat saya cek, artikel tersebut ternyata sudah tidak bisa dibuka. Saya mencoba menelusuri situs Magen David Adom, ternyata yang disebut mewakili “Persyarikatan Muhammadiyah” adalah Prof. Aryono Pusponagoro dan Dr. Sudibyo Markus(?). Untuk lengkapnya saya kutipkan artikel aslinya dari situs Magen David Adom, agar kita tabayyun terhadap berita yang datang dari musuh-2 Allah SWT, hendaknya tulisan di atas menjadi pelajaran bagi saya dan ikhwan/akhwat semua. Afwan jika kutipan tersebut telah menjadi kegalauan ikhwan/akhwat semua. Jazzakallah khoir atas peringatannya.

Inilah kutipan dari situs Magen David Adom :

Magen David Adom Signs Deal With Indonesian First-Response Org.

by Nissan Ratzlav-Katz

(IsraelNN.com) The Indonesian Rescue and Emergency Organization, run by that nation’s second-largest Islamic movement,
Indonesia has no diplomatic relations with Israel.
Persyarikatan Muhammadiyah, signed an agreement Wednesday night in Tel Aviv with Israel’s first-response organization, Magen David Adom (MDA). The deal was penned in the shadow of serious jihadist threats against Indonesia, which is home to the world’s largest Muslim population.

As Indonesia has no diplomatic relations with Israel, the agreement was formally signed by representatives of Muhammadiyah. However, the Islamic reformist organization operates dozens of clinics, hospitals, orphanages, schools and universities in Indonesia, and has been recognized by the Indonesian government and by international organizations. The head of Muhammadiyah, Dr. Sudibyo Markus, was the most senior Indonesian representative to make an official visit to Israel.

“I am 76 years old,” Dr. Markus said at the signing ceremony, “and I am pleased that I have succeeded in fulfilling a childhood dream of mine to come to Israel.   The main points of the $200,000 agreement concern sharing knowledge in emergency medical services and planning work protocols for the Indonesian health system. The practical and managerial knowledge will be implemented by internationally-recognized MDA specialists. The Indonesians will share their experience in preparing for, and responding to, natural disasters.

The Chairman of MDA’s Board of Directors, Dr. Noam Ifrach, emphasized the significance of the agreement, which he said will will contribute to continuing positive relations between MDA and Muhammadiyah. “We hope that, by the signing of this agreement between MDA and Indonesia, cooperation will be expanded to other fields. We expect that it will strengthen bilateral relations on all levels,” Dr. Ifrach said.

The agreement was signed by the head of the Indonesian Rescue and Emergency Service, Prof. Aryono Pusponegoro, Dr. Ifrach, MDA Director-General Eli Bin and Dr. Markus, who was MDA’s Guest of Honor.

Cooperation between MDA and the Indonesian rescue and emergency organization began approximately one year ago, with the arrival of a delegation of Indonesian health and community organization officials for an MDA course in Israel.  “I am pleased that I have succeeded in fulfilling a childhood dream of mine to come to Israel.” — Muhammadiyah head, Dr. Markus…………………dst di sini


~ by islamthetruth on 11/01/2009.

5 Responses to “Muhammadiyah jalin kerjasama dengan Israel ??”

  1. Untuk memahami sikap sang tokoh Muhammadiyah tersebut, silakan simak Bila tokoh Muhammadiyah “merangkul” syetan (Israel).

  2. Ya, saya sepakat bahwa Muhammadiyah perlu konsolidasi supaya tidak kecolongan begitu.

    Letak kesalahannya:

    1) Berita tersebut belum Anda cross-check. Bukankah bila ada kabar dari orang fasiq (apalagi kafir), kita diperintahkan untuk mengecek kebenarannya lebih dulu?

    Yang Anda lakukan dengan menambahkan berita aslinya memang bagus, tapi itu masih kurang memadai. Sebab, beritanya baru berasal dari satu pihak.

    2) Apabila berita tersebut benar, maka masih ada satu kesalahan lagi, yaitu generalisasi yang tidak tepat. Bila ada seorang tokoh Muhammadiyah bersikap begitu, maka itu bukan berarti bahwa begitu jugalah sikap Muhammadiyah.

    Jadi, untuk artikel ini, yang tepat adalah “Kabarnya, seorang tokoh Muhammadiyah jalin kerjasama dengan Israel”.

  3. http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1370&Itemid=2

  4. Benarkah berita di atas? Tidak!
    Tidak Ada Kerjasama Muhammadiyah dengan Israel
    Saya berharap semoga di kesempatan mendatang, kita lebih cermat dalam memeriksa kebenaran suatu berita semacam itu sebelum mempublikasikannya.

    • Assalamu’alaikum wr wb
      Mas Shodiq, sudah saya tambah tulisan tentang “Muhammadiyah menjalin kerjasama dengan Israel” dengan tulisan aslinya dari Magen David Adom, coba anda cari letak kesalahannya di mana?. Saya kira memang perlu, suatu konsolidasi organisasi agar tidak kecolongan begitu?, atau pemerintah menyiapkan aturan tertentu bagi warganya yang pergi keluar negeri yang tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia. Bagaimana ?
      Wassalamu’alaikum wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: