Ada pengkhianat bangsa !

Israel Masuk Klaten

Image

Bantuan dari organisasi Yahudi, bekerjasama dengan aktivis gereja, lolos masuk  Klaten. Pemerintah harus menindak tegas pihak yang terlibat. Umat Islam  jangan diam saja.

Ini berita cukup mengejutkan. Berita ini diambil dari majalah Sabili edisi 1/XIV tahun 2006 silam. Di saat kemarahan umat Islam terhadap serangan teroris Israel terhadap warga Palestina, sebuah organisasi bantuan kemanusiaan Yahudi lolos masuk ke  wilayah bencana di Klaten, Jawa Tengah. Betapa Indonesia tak pernah sepi dari jeratan kaki tangan Yahudi.

Organisasi yang bernama Israeli Flying Aid (IFA), masuk  Klaten dengan menyamarkan nama  International Flying  Aid (IFA). Selain nama, logo organisasi pun diganti.

Situs resmi organisasi nirlaba tersebut, http://www.Israid.org, menyebut para relawan mereka disponsori oleh American Jewish Comitte, sebuah organisasi Yahudi Amerika yang cukup terkenal.

Selama di Klaten,  mereka melakukan pelayanan untuk pemulihan mental terhadap anak-anak korban gempa dan memberikan bantuan makanan tiap hari kepada 5.200 warga.

IFA menyebut bantuan kemanusiaan tersebut diberikan kepada delapan desa Muslim di Klaten, dengan bantuan seorang pejabat pemerintah. Total bantuan untuk delapan desa sebesar 10 juta US dollar.

“Kegiatan-kegiatan tersebut tidak dilaporkan, khawatir akan ancaman kalangan Islam,” tulis situs tersebut.

Seperti dikutip Koran Tempo (6/7/06), seorang warga bernama Abdullah, memanggil tujuh orang relawan IFA, termasuk Farkash, pimpinan kelompok IFA. Dalam pertemuan tersebut, Farkash memperkenalkan diri sebagai lembaga swadaya masyarakat Yahudi.

Semula, LSM ini mengaku dari Amerika Serikat. Logo bintang David yang berada di tengah sayap, menjadi bola dunia yang  diapit sayap. Nama Israeli Falying Aid pun diubah menjadi International Flying Aid.

Selain mengelabui dengan mengubah nama LSM nya, mereka juga menyamarkan nama-nama anggota para relawannya. Farkash misalnya, perempuan ini bukan nama sebenarnya.

Dua orang rekan Farkash, Shanun Klein dan Iddo, yang memiliki dua paspor: Amerika dan Israel, juga melakukan hal yang sama.

Di Klaten, para relawan Israel itu melakukan kegiatan bersama anak-anak dari pagi hingga petang hari, di antaranya dengan menonton film Harry Potter dan menggambar. Yang cukup mengejutkan, para relawan itu juga mengajarkan syair-syair Yahudi.

Masih menurut Koran Tempo, Kedatangan IFA bukan tanpa kendala. Anggota mereka sempat tertahan di Bangkok selama 10 hari, karena kesulitan soal visa. Indonesia adalah Negara yang sampai detik ini tak mau berhubungan dengan Israel.

Hubungan dalam bentuk apapun dengan negara Zionis tersebut tak pernah direstui mayoritas bangsa ini. Tapi, bukan Yahudi namanya kalau tak pandai main tak-tik. Melalui cara yang disebut ‘misi rahasia’, mereka melobi beberapa orang aktivis di Indonesia. Di antaranya Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenni Wahid, putri mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid, anggota yayasan Shimon Perez yang berbasis di Israel.

Yenni adalah Ketua The Wahid Institute, sebuah LSM yang mengusung ide-ide SEPILIS. Beberapa waktu lalu  dia sempat mendatangkan George Soros, pebisnis    Yahudi, ke Jakarta. Selain itu, ia merupakan anggota staf khusus kepresidenan bidang komunikasi politik.

Apakah Yenni dan Gus Dur, sebagai orang yang pernah bersentuhan langsung dengan organisasi Yahudi, yang membuka jalan bagi IFA masuk ke Indonesia? Ternyata, menurut Farkash, tidak.  Lobi yang dilakukan terhadap Yenni, gagal.

Bahkan mereka juga sempat meminta bantuan Federasi Yahudi di Washington, tapi lagi-lagi gagal. “Kami akhirnya dibantu pejabat intelijen Indonesia,” kata Farkash, seperti dikutip Koran Tempo.

Pada 25 Juni 2006, IFA tiba di Solo. Dengan bantuan aktivis gereja, mereka menembus Klaten. Keberadaan IFA sempat tak terendus selama enam hari, hingga akhirnya pada 28 Juni, Abdullah, warga setempat, menemukan dua bendera bintang David, dalam tumpukan logistik yang dbagikan.

Sejumlah tokoh Islam mengecam lolosnya LSM Yahudi tersebut. Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), Ferry Nur, meminta pemerintah mengusut sampai tuntas kasus ini.

Ferry mengatakan, ada pengkhianat bangsa yang bermain mata dengan teroris Israel, di antaranya  dengan cara meloloskan LSM tersebut masuk Indonesia.

“Ini menunjukkan kelalaian pemerintah dalam mengamankan kedaulatan bangsa dan negara. Sebuah LSM dari negara penjajah bisa masuk dengan leluasa ke sebuah Negara yang tidak mempunyai hubungan diplomatik dan nota bene konstitusinya anti penjajahan,” jelas Ferry.

Israeli Flying Aid (IFA)

Israelis help Indonesian earthquake victims in the island of Java
Indonesia, Mid June, 2006

Israelis help Indonesian victims

Volunteers from an Israeli nonprofit helped victims of a recent earthquake in Indonesia.
The volunteers from the Israeli Flying Aid team, whose work was cosponsored by the American Jewish Committee, provided children with post-traumatic stress disorder treatments and served two hot meals daily to 5,200 people.

The efforts in eight Muslim villages won approval from Indonesian government officials, as well as the local Muslim leadership, who asked for the group’s help in reconstructing a mosque destroyed by the earthquake.

The activities weren’t reported until now for fear of potential threats from Islamists.

Background on the disaster
At 05:53 hours on 27 May 2006, an earthquake measuring 5.9 on the Richter scale (BMG) struck Indonesia’s central island of Java. The epicentre was located approximately 37 kilometres south of the culturally and historically important city of Yogyakarta. The earthquake impacted five districts within Yogyakarta province and six within neighbouring Central Java province, together home to 6.9 million people, severely damaging infrastructure and particularly housing.

The two worst-affected districts were Bantul in Yogyakarta, and Klaten in Central Java (see map on p. iv). 5,744 people were killed immediately with more than 45,000 injured.(1) Over 350,000 houses were damaged beyond repair and 278,000 suffered lesser damage, directly affecting 2.7 million people and rendering 1.5 million of them homeless, three times the number in Aceh after the Tsunami (26 December 2004).

The total damage and losses are estimated(2) at $3.1 billion,(3) comparable to the devastating earthquakes in Gujarat and Kashmir. (background information taken from the United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) report July 01, 2006)

(Source of pictures IFA)

(Source of story: JTA – http://jta.org/page_view_breaking_story.asp?intid=3442)




~ by islamthetruth on 20/01/2009.

One Response to “Ada pengkhianat bangsa !”

  1. orang bae koq dijelekkan sih??! ga nyadar apa yg ditolong tuh umat siapa? mas kalo nulis tuh yg bae dung. prcuma kn bljr agama tp imanmu sesat. iri, dengki,emosi,dendam,bahkan mencaci. apa itu ajaran agamamu? apa itu imanmu yg berkata? apa itu juga pahala bagimu disyurga? kamu yakin?? jika kamu emang yakin hentikan kegiatan itu. hentikan kelakuan mereka. jangan hanya mencaci lewat tulisan yg hanya mengundang perdebatan. kenapa ga pernah berfikir mencari solusi dlm prmslahan. bkan aksi sprti “temen” u FPI yg doyan kekerasan. mas ni bukan jaman nabi yg lagi perang angkat senjata. tapi jaman dimana kamu berperang melawan imanmu sendiri. sudah bae kah imanmu? sudah banyakkah ahklakmu? sudah penuhkah pahalamu? sudah bersihkah dirimu? tanpa dosakah hidupmu? kalo mang begitu maka saya sebagai yg berdosa rela dan ikhlas kamu lempar dengan batu. silahkan. dan saya berharap itu bisa mendamaikan umat manusia. bukankah damai bisa membuat semuanya baik..? peace.

    GBU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: