Akal bulus Israel

Sderot, Kota Khayal Israel
Posted : Kamis, 29-01-2009
Sderot, kota di Israel yang katanya tempat jatuhnya roket Hamas, adalah sebuah  papan utama dari usaha Israel untuk menjustifikasi pertumpahan darah yang sudah mereka lakukan di Gaza.

Penggunaan propaganda itu adalah untuk mencuci otak media dan juga orang-orang mereka. Mereka menyiarkan berita-berita bahwa terdapat banyak korban yang jumlahnya tidak pernah jelas, mereka juga membuat sendiri Qassam yang seolah diluncurkan Hamas ke daerah Israel, namun mereka tidak pernah mengakui besarnya jumlah peluru, bom, dan jenis peledak lainnya yang sudah diluncurkan oleh tentara Israel yang berteknologi tinggi ke daerah Gaza dengan efek kematian yang jauh lebih dahsyat.

Mereka yang bersimpati pada Israel – masihkah ada orang yang ingin bergabung dengan para pelaku kriminal kejam ini? – akan sangat merasa malu jika mereka tahu bahwa Sderot itu tidak jelas lokasinya di mana. Sebetulnya Sderot hanya papan/plang yang dibangun di salah satu desa Palestina yang bernama Najd, yang mana etnis di sana pernah dibersihkan oleh para teroris Yahudi pada bulan Mei tahun 1948, sebelum Israel dideklarasikan sebagai sebuah Negara dan sebelum tentara Arab memasuki Palestina. Lebih dari 600 penduduk desa, dipaksa untuk untuk hengkang dari tempat mereka demi kepantingan si teroris. Inggris sebagai pemerintahan yang bertanggung jawab pada wilayah ini mengetahui kejadian ini, namun tidak ada tindakan sebagai uasaha untuk menghentikan mereka, padahal banyak sekali kekejaman yang teroris Yahudi lakukan saat itu.

Orang-orang Arab Palestina memiliki lebih dari 90 persen tanah di Najd dan, menurut Resolusi PBB nomor 194 dan juga menurut Deklarasi Universal mengenai hak asasi manusia, mereka memiliki hak untuk pulang kembali ke kediaman mereka semula.

Namun saat kami berharap banyak, bahwa orang-orang ini akan diterima kembali di tempat kediaman semula, Israel menolak untuk mengakui hak orang lain, dan tidak mengizinkan mereka (orang Palestina) untuk kembali tinggal di tempat mereka. Lagipula, untuk apa mereka kembali? Rumah mereka sudah hancur.

Lebih dari 82 rumah hancur karena dibuldoser. Najd adalah salah satu desa dari 418 desa di Palestina dan juga kota-kota yang etnis di dalamnya dibersihkan oleh Yahudi Zionist. Penghuninya, kemungkinan, menjadi pengungsi di Gaza dan keluarga mereka mungkin masih tinggal di kemp-kemp pengungsian di sana. Yang ironis adalah, para pengungsi ini dituduh Israel sebagai orang yang meluncurkan roket ke daerah Israel, lucu bukan? Apa anda percaya?

Beberapa bulan yang lalu, Barak Obama mengunjungi Sderot (dia tidak terpikir untuk mengunjungi Gaza). Dia mengatakan mantra yang sudah basi untuk mendukung Israel dengan mengatakan bahwa Israel berbuat demikian karena hendak melindungi warganya dari serangan roket. “Jika seseorang mengirim roket ke rumah saya, sementara anak-anak perempuan saya sedang tidur di rumah, maka saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menghentikannya, dan saya yakin Israel juga akan melakukan hal yang sama.” Kata-kata yang bagus, Obama. Tapi tentunya anda tidak bodoh dan arogan dong sehingga anda mau tinggal di tanah yang sejatinya milik tetangga anda namun kemudian anda tempati sambil mengarahkan senjata pada si pemilik tempat.

Anggap saja anda ini penasihat, Obama, salah satu dari beberapa orang yang cukup berani untuk mengucakan kebohongan tentang Sderot dan hal lainnya yang bisa menyudutkan Palestina. Namun semakin anda membela Israel dengan kebohongan, maka anda akan semakin terlihat bodoh dan tanpa otak karena mau-maunya dijadikan sebagai alat Zionis.

Saat pembunuhan ini terjadi, kebijaksanaan apa yang kita dapatkan dari Negara-negara Eropa?

Juru bicara Uni Eropa dari republic Czech membela Israel dengan mengatakan: “Yang kami pahami, tindakan Israel ini adalah tindakan yang defensive, bukan ofensif.” Ujar mentri luar negeri Czech, Karel Schwarzenberg, yang baru-baru ini memimpin delegasi Uni Eropa, dia mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri, sangat paham tentang hak Israel namun sama sekali lupa dengan hak yang juga dimiliki oleh Palestina. “Mari sama-sama kita sadari satu hal: Hamas terus menerus meningkatkan serangannya berupa meluncurkan banyak sekali roket kepada Israel sejak gencatan senjata tanggal 19 Desember.” (isq/far)

Penulis: Stuart Littlewood

~ by islamthetruth on 29/01/2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: