Teror melahirkan Teror

Taktik Anti-Teror Yang Justru Melahirkan Teror PDF Print E-mail
Friday, 20 February 2009 09:28
Taktik anti-teror yang dikampanyekan Amerika melalui George W Bush banyak dikritik sebagai langkah yang justru melahirkan teror baru

Hidayatullah.com–Taktik anti-teror Inggris dan AS ‘secara aktif merongrong’ hukum internasional dengan cara mereka memerangi ICJterorisme. Ini menurut tim hakim dan pengacara. Komisi Juri Internasional (ICJ) independen yang melakukan penelitian global selama tiga tahun.

ICJ menyimpulkan banyak langkah diberlakukan untuk memerangi terorisme ilegal dan kontraproduktif. Laporan Komisi menyerukan sistem peradilan diperkuat dan memperingatkan langkah sementara seyogyanya tidak dibiarkan menjadi permanen.

Menurut banyak pengamat internasional, banyak negara terjebak ke dalam perangkap yang dibuat para “teroris”. Demikian kesimpulan laporan yang baru terbit tentang dampak langkah melawan teror terhadap hak azasi manusia dan penegakan hukum.

“Menilai Kerusakan, Mendesak Aksi”, demikian laporan terbaru yang ditulis oleh Komisi Juri Internasional (ICJ). Isinya peringatan bahwa banyak negara sekarang mengabaikan sejarah karena tergesa-gesa mengambil tindakan yang merongrong pentingnya hukum internasional.

Laporan ini adalah hasil penelitian selama tiga tahun yang dilaksanakan oleh para pakar hukum internasional, dan merupakan salah satu bagian dari penelitian menyeluruh soal langkah anti terorisme dan hak-hak asasi manusia. Para penulis menyatakan kaget melihat betapa langkah-langkah anti teror yang ditempuh setelah serangan 11 September 2001 melanggar hak-hak asasi manusia.

Hina Jilani, seorang hakim Mahkamah Agung Pakistan dan mantan Utusan PBB untuk urusan hak-hak asasi manusia, berseru supaya seruan “perang terhadap teror” ditolak saja. Menurutnya banyak negara menggunakan retorika perang untuk memberlakukan langkah-langkah yang merongrong penegakan hukum.

“Banyak UU yang diberlakukan setelah serangan 11 September tidak memberi jaminan khusus bagi proses peradilan yang jujur. Banyak orang lama ditahan tanpa dakwaan atau diadili. Kerangka peradilan sangat diperlemah karena semua upaya mengambil jalan pintas dengan tidak menyediakan jaminan yang diperlukan dalam mewujudkan keadilan,” ujar Hina Jilani.

Hina Jilani juga menunjuk bahwa paradigma perang ini diterapkan tanpa memperhatikan dan menghormati peraturan perang.

Para penyusun laporan mendengarkan kesaksian pejabat pemerintah, korban terorisme, orang-orang yang selamat dan kalangan LSM. Salah satu butir yang berulang kali muncul dalam rangkaian pembicaraan adalah bahwa sistem hukum yang diterapkan seusai Perang Dunia II sudah cukup lengkap untuk menindak ancaman teror sekarang, tanpa perlu undang undang baru yang lebih tegas.

“Penyusun laporan adalah para ahli hukum. Kami punya banyak pengalaman dalam hal sistem perundang-undangan dan hukum pidana. Kami bukanlah kalangan yang tidak tahu. Kami juga tahu ancaman terorisme. Kami kebanyakan berasal dari negara dengan akar terorisme paling kuat. Jadi kami tahu betul apa ancamannya. Kami juga tahu kerangka hukum mana yang memadai untuk situasi yang dihadapi pemerintah. Dalam situasi ini kami tidak bisa membuat perkecualian,” tambah Hina Jilani.

Laporan menggarisbawahi sistem hukum pidana harus menjadi acuan dalam menindak terorisme – bukannya dinas intelijen. Dengan makin luasnya peran dan kekuatan intel, mereka juga merongrong penegakan hukum. Masalahnya terutama menjadi gawat, ketika dinas intel pelbagai negara bekerja sama tanpa melibatkan sistem hukum nasional. Ini dipastikan akan menyebabkan kolusi dan pelanggaran hukum. Dinas intelijen di seluruh dunia, ujar Jilani, kurang bertanggungjawab dan kerja sama antar pelbagai dinas rahasia dilakukan di luar hukum negara.

Laporan tidak menyebut dan menyalahkan negara tertentu, tapi secara tidak langsung merujuk pada demokrasi Barat. [bbc/ranesi/cha/www.hidayatullah.com]


~ by islamthetruth on 21/02/2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: