Pajak, ketaatan dalam kezhaliman

PAJAK

Ketaatan Dalam Kezhaliman

Rasulullah SAW mengabarkan bahwa kaum muslimin akan mengalami kehinaan, kekalahan, dan kelemahan apabila mereka hanya disibukkan oleh urusan dunia dan tidak mau kembali kepada ajaran agama mereka, Islam. Kerusakan dan musibah yang terjadi di dunia tidak lain disebabkan oleh tangan tangan manusia sendiri, yaitu dengan berbagai kemaksiatan dan dilanggarnya mayoritas perkara yang dilarang oleh Allah SWT (QS AS-Sura: 30)

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ (٣٠) .

dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Setiap muslim seharusnya beriman kepada perintah zakat, yang merupakan salah satu rukun tegaknya Islam. Dalil dalil tentang perintah zakat sudah jelas wajibnya untuk melaksanakan, berbeda dengan pajak yang jusrtu dilarang dalam Islam.  Sebagian menyikapi berlebihan dengan menyamakan pajak dengan zakat, sebagian lain menolak.

Tidak ada satu dalilpun (dalam Al Qur’an maupun Hadits) yang mewajibkan membayar pajak, yang ada justru peringatan bagi pemungut pajak akan siksa api neraka dan isyarat bahwa pajak harus dihapus atas kaum muslimin.

Pajak adalah salah satu bentuk kezhaliman sebagian manusia untuk memperoleh harta dengan cara yang bathil, walaupun ada satu riwayat dalam Hadits, yang Rasulullah bersabda : ‘Dengarlah dan patuhilah( (pemimpinmu), walaupun dia memukul punggungmu dan mengambil (paksa) hartamu (HR Muslim)’.

Dalam surat An-Nisa’ :29, Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (٢٩) 29. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Dalam beberapa hadits shahih, rasulullah mengatakan akan larangan memungut pajak, diantaranya : 1. “Tidaklah halal harta seorang muslim, kecuali dengan kerelaan dari(pemilik)nya. 2. “Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” (HR Ahmad dan Abu Dawud) 3. Kesepakatan para ulama atas haramnya pajak.

Menjadi kewajiban kaum muslimin untuk menasihati pemerintah tentang keharaman pajak ini. Pajak berbeda dengan zakat, oleh karena perbedaan sumber dan perhitungannya serta penggunaan zakat yang telah ditentukan oleh Allah SWT, meliputi 8 golongan yang berhak atas zakat.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٩٦) 96. Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS Al ‘Araaf : 96)

~ by islamthetruth on 25/02/2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: