Bid’ah Maulid Nabi SAW.

Orang yang pertama membuat Bid’ah Maulid Nabi SAW

Waktu berlalu, generasi terbaik pertama, kedua dan ketigapun juga berlalu. Namun dari mereka tidak pernah ada riwayat memperingati kelahiran Rasulullah SAW, padahal generasi mereka inilah yang paling mengerti tentang sunnah dan paling mencintai Rasulullah SAW.

Orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid nabi adalah bani Ubaid Al-Qadah, yang menamakan diri mereka denan kelompok Fathimiyah, dan mereka menisbatkan diri kepada putera Ali bin Abu Thalib ra.  Padahal sebenarnya mereka adalah peletak dasar untuk mendakwahkan kebatinan. Nenek moyang mereka adalah Ibnu Dishan yang dkenal dengan Al-Qadah. Dulunya dia adalah budak Ja’far bin Muhammad Ash-Shadiq, berasal dari Ahwaz dan salah seorang pendiri aliran bathiniyah di Iraq, kemudian pindah ke Maghrib dan menisbatkan diri dalam hal ini kepada Aqil bin Abu Thalib, serta mengaku berasal dari keturunannya. Ketika orang-2 Rafidhah yang sesat menerima seruannya, dia mengaku bahwa dirinya anak , sehingga mereka menerimanya. Padahal Muhammad bin Ismail bin Ja’far Ash-Shadiq meninggal tanpa meninggalkan keturunan. Diantara mereka yang mengikuti jejaknya adalah Hamdan Qarmith, sehingga kepadanyalah aliran Qaramithah dinisbatkan. Setelah berlalu beberapa saat muncullah Sa’id bin Husain bin Ahmad bin Abdillah bin Maimun bin Dishan Al-Qadah, lalu dia mengubah nama dan nisabnya dan berkata kepada pengikutnya :” Saya  adalah Abdullah bin Hasan bin Muhammad bin Ismail bin Ja’far Ash-Shidiq”. Kemudian tampaklah fitnahnya setelah itu di Maghrib.

Ketika Syaikhul Islam ditanya tentang mereka, dia menjawab :” Mereka adalah orang yang paling fasik dan paling kufur. Siapa yang memberika kesaksian bahwa mereka orang yang beriman dan bertaqwa, atau benar nasabnya, maka dia telah bersaksi tentang mereka denga sesuatu yang tidak diketahunya. Padahal Allah SWT Telah berfirman dalam Surat Al-Isra’ : 36 :

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا (٣٦)

36. dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Az-Zukhruf : 86 :

وَلا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (٨٦)

86. dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa’at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa’at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya).

disarikan dari kitab : Al-Bida’ Al-Hauliyyah

~ by islamthetruth on 25/02/2009.

One Response to “Bid’ah Maulid Nabi SAW.”

  1. Asslmmualaikum, mohon dibandingkan antara hadist yg mngtakan blh mlksnkan maulid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: