MUI Pagaralam Protes Kontes Waria

PDF Print E-mail
Monday, 23 March 2009 11:06

Calon Legislator (caleg) selenggarakan kontes waria, MUI melakukan protes. Kontes waria dianggap bertentangan dengan nilai riligius kota itu

Hidayatullah.com– Salah satu calon anggota legislatif (caleg) yang juga pimpinan DPRD setempat Kota Pagaralam, Sumatera menuai protes tokoh masyarakat setempat setelah mengadakan kontes waria alias banci.

Kontes yang digelar di Kota Pagaralam, Sabtu 21 Maret kemarin, sekitar pukul 19.00 WIB, dipusatkan di Gedung Balai Kota Nendagung itu.

Reaksi keras atas penyelenggaraan kontes waria itu, dilontarkan langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pagaralam, Deni Priansyah Sag.

Menurut MUI, kontes waria yang diadakan salah seorang caleg itu dapat menimbulkan kontroversi, dan dinilai dapat mencerminkan citra yang kurang baik terhadap masyarakat Kota Pagaralam itu.

MUI Pagaralam menilai, kontes waria tidak sesuai dengan visi dan misi Kota Pagaralam sebagai kota agrobisnis dan pariwisata yang bernuansa Islami.

“Kegiatan ini justru akan menimbulkan citra yang kurang baik, apalagi dilakukan pejabat, mengingat cukup banyak acara yang bisa dilakukan dengan tidak mencederai Pagaralam yang bernuansa Islami,” kata dia lagi.

Ia berpendapat, alangkah baiknya jika mengadakan acara dan kegiatan disesuikan dengan visi dan misi nuasa Islami, seperti kontes busana muslim, bukan kontes waria dengan gaun malam.

“Apalagi ajaran agama juga melarang keras laki-laki menyerupai perempuan, dan perempuan menyerupai laki-laki. Apalagi hal ini dipertontonkan dengan masyarakat banyak,” ujar dia.

Dia menilai, kontes waria dari nilai estitika juga sudah kurang baik, apalagi kebanyakan yang menonton adalah kalangan muda. Deni menyatakan, sangat menyayangkan kegiatan yang mengandung kontroversi itu justru dilakukan seseorang yang seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat Kota Pagaralam.

Senada disampaikan H Dimyati Rais, tokoh masyarakat Pagaralam bahwa kontes waria memang kurang pantas jika diadakan di Kota Pagaralam yang bernuansa Islami.

“Sangat disayangkan dengan adanya kontes yang kontradiksi dengan nuasa Islami di sini,” ujar dia.

Dia menilai, kontes waria itu akan berdampak kurang baik bagi kondisi lingkungan masyarakat di daerah itu.

Ia menyayangkan pula, kontes waria ini juga dibalut dengan nuansa kampanye untuk mencari dukungan yang dilakukan salah seorang caleg di daerah itu.

“Masyarakat berhak memberikan masukan dan kritikan jika yang dilakukan tidak sesuai dengan aturan, mengingat semua ini dilakukan demi kebaikan bersam,” tandasnya.

Caleg bersangkutan, ketika dikonfirmasi mengatakan, kontes waria ini sifatnya hanya pribadi dan tidak ada hubungan dengan yang lain, termasuk dirinya yang menjadi caleg DPRD Sumsel itu.

“Kontes busana waria ini tujuannya untuk menampung aspirasi mereka yang selama ini terkesan kurang mendapatkan perhatian. Kelompok waria sering mengeluh kepada saya, kalau mereka merasa kurang dipedulian atau terkesan disisihkan,” kata dia. [ant/sjp/www.hidayatullah.com]


~ by islamthetruth on 24/03/2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: