Sekularisasi Partai Politik Misi Kristen Terselubung

Oleh : Redaksi 11 Mar 2009 – 6:00 pm

oleh Irena Handono


Sejarah mencatat “sekularisme” melumpuhkan gereja

Islam bukan sekadar ‘dakwah agama’ dengan maksud, Islam hanyalah sekadar keyakinan atau hubungan ruhani antara individu dengan Rabb-nya sehingga tidak memiliki hubungan sama sekali dengan urusan-urusan materi dalam kehidupan dunia ini. Seperti perkataan mereka, “agama adalah satu hal, dan politik adalah hal lain”.

Pengebirian Islam yang hanya boleh berbicara pada wilayah spiritual saja dan dibatasi untuk tidak masuk pada persoalan-persoalan politik merupakan upaya pembatasan-pembatasan yang akhirnya berujung pada peniadaan ajaran Islam sebagai satu-satunya hukum yang mengatur manusia. Dan inilah yang disebut sebagai sekularisme.

Islam tidak bisa lepas dari berbicara tentang harta, perang dan juga politik. Karena ajaran Islam adalah mengatur tentang segala hal urusan dunia dan tidak terbatas hanya berbicara di wilayah spiritual saja.

Negara Islam
Islam memandang negara adalah sebagai penyelenggara atau pelayan manusia. Dan tiap manusia mempunyai kewajiban untuk beribadah pada sang Khaliq nya. Untuk itu sebuah negara harus memfasilitasi dengan perundang-undangan dan perangkat penegak hukum demi melayani kemudahan dan keteraturan tiap pribadi/warga negara dalam menjalankan kewajibannya.

Sebuah negara dengan sistem Islam dan undang-undang Islam akan menjamin keadilan, kesejahteraan semua warganya termasuk non-muslim. Melindungi warganya dari pemaksaan aqidah (pemurtadan), menjaga harta tiap-tiap warga, menghargai intelektualisme dan menjaga jiwa, martabat manusia. Islam menolak kapitalisme, imperialisme yang berujung pada penguasaan kekayaan pada sebagian kecil orang dan penjajahan manusia atas manusia yang lain.

Dr. V. Fitzgerald berkata: “Islam bukanlah semata agama (a religion), namun ia juga merupakan sebuah sistem politik (a political systems). Meskipun pada dekade-dekade terakhir ada beberapa kalangan dari umat Islam, yang mengklaim diri mereka sebagai kalangan ‘modernis’, yang berusaha memisahkan kedua sisi itu, namun seluruh gugusan pemikiran Islam dibangun di atas fundamental bahwa kedua sisi itu saling bergandengan dengan selaras, yang tidak dapat dapat dipisahkan satu sama lain”.
Prof. C. A. Nallino berkata: “Muhammad telah membangun dalam waktu bersamaan: agama (a religion) dan negara (a state). Dan batas-batas teritorial negara yang ia bangun itu terus terjaga sepanjang hayatnya”.
Dr. Schacht berkata : ” Islam lebih dari sekadar agama: ia juga mencerminkan teori-teori perundang-undangan dan politik. Dalam ungkapan yang lebih sederhana, ia merupakan sistem peradaban yang lengkap, yang mencakup agama dan negara secara bersamaan”.
Prof. R. Strothmann berkata : “Islam adalah suatu fenomena agama dan politik. Karena pembangunnya adalah seorang Nabi, yang juga seorang politikus yang bijaksana, atau “negarawan”.
Prof D.B. Macdonald berkata : “Di sini (di Madinah) dibangun negara Islam yang pertama, dan diletakkan prinsip-prinsip utama undang-undang Islam”.
Sir. T. Arnold berkata : ” Adalah Nabi, pada waktu yang sama, seorang kepala agama dan kepala negara”.
Prof. Gibb berkata : “Dengan demikian, jelaslah bahwa Islam bukanlah sekadar kepercayaan agama individual, namun ia meniscayakan berdirinya suatu bangun masyarakat yang independen. Ia mempunyai metode tersendiri dalam sistem kepemerintahan, perundang-undangan dan institusi”.

Namun sungguh ironis yang sekarang terjadi, partai-partai Islam justru melepaskan atribut ke Islamannya dan lebih memilih warna nasionalis dengan tujuan agar mudah diterima segala lapisan dan golongan, menyatakan diri sebagai partai terbuka, dsb. Apakah hanya karena rasa tidak pede atau baju yang sempit ?

Sekularisme melumpuhkan gereja.
Sekularisme lahir di barat. Yang saat itu kerajaan-kerajaan di barat menganut sistem pemerintahan teokrasi. Dalam sistem ini kepemimpinan sebuah kerajaan sangat tergantung pada pemuka-pemuka agama/pendeta. Namun gereja gagal memberikan konsep kepemimpinan yang membawa kemaslahatan bagi umat. Terbukti sekian tahun dengan sistem teokrasinya, negara-negara barat diliputi masa kegelapan yang menyedihkan.

Sehingga kemudian muncullah konsep-konsep pemikiran yang menentang gereja, antara lain : sekularisme, modernisme, dan liberalisme. Konsep-konsep ini sukses membuat gereja lumpuh.

Sebagai contoh, di Amsterdam, yang 200 tahun lalu 99 persen penduduknya beragama Kristen, sekarang tinggal 10 persen saja yang dibaptis dan ke gereja. Kebanyakan mereka sudah tidak terikat lagi dalam agama atau sudah menjadi sekuler. Di Perancis, yang 95 persen penduduknya tercatat beragama Katolik, hanya 13 persennya saja yang menghadiri kebaktian di gereja seminggu sekali.

Pada tahun 1987, di Jerman, menurut laporan Institute for Public Opinian Research, 46 persen penduduknya mengatakan, bahwa �agama sudah tidak diperlukan lagi�. Di Finlandia, yang 97 persen Kristen, hanya 3 persen saja yang pergi ke gereja tiap minggu. Di Norwegia, yang 90 persen Kristen, hanya setengahnya saja yang percaya pada dasar-dasar kepercayaan Kristen. Juga, hanya sekitar 3 persen saja yang rutin ke gereja tiap minggu.

Di negara-negara Kristen Barat itu, nilai-nilai agama Kristen sudah hancur. Masyarakat sudah tidak peduli nilai-nilai Kristen. Pemimpin yang jelas-jelas melakukan kejahatan seksual seperti Bill Clinton tetap dipilih. Bahkan, hal-hal yang jelas-jelas ditentang oleh Kristen, seperti homoseksualitas dan aborsi, sudah menjadi tradisi. Semua itu adalah akibat arus sekularisasi dan liberalisasi.


Upaya pengembalian partai-partai pada asas tunggal dan pelarangan asas Islam, jelas sudah sesuai dengan agenda misionaris

Menghancurkan Muslim dengan Sekularisme

Lalu bagaimana menghancurkan muslim yang hampir setiap negerinya memiliki kekayaan sumber alam yang melimpah? Maka sistem Islam dan perundang-undangan Islam tidak boleh menjadi hukum yang berlaku. Muslim dibuat sedemikian agar jauh dari nilai-nilai dan hukum Islam. Sehingga dengan demikian menjadi sasaran empuk bagi pemurtadan.

Mereka paham, bahwa sekularisme adalah senjata pemusnah massal yang ampuh untuk memusnahkan nilai-nilai agama, sebagaimana yang terjadi di wilayah Kristen. Dan senjata inilah yang mereka pakai terhadap muslim. Upaya pengembalian partai-partai pada asas tunggal dan pelarangan asas Islam, jelas sudah sesuai dengan agenda misionaris.

Cara misionaris yang lain adalah, tidak perlu langsung mengubah keyakinan muslim menjadi kristen, namun cukup dengan melemahkan keyakinannya dan membentuk pola pikir muslim menjadi sama dengan pola pikir kaum kafir.

Demikian juga propaganda anti-agama, mencemohkan agama, dan menghapuskan kepercayaan sama sekali kepada adanya Allah, itupun dikerjakan pula oleh orang kafir dengan mengeluarkan belanja yang besar. Yang menjadi sasaran tiada lain adalah negeri-negeri Islam.

Karena itu, kita dapat pahami bahwa sekularisme adalah program misionaris Kristen di Indonesia. Kepentingan mereka adalah melemahkan aqidah dan akhlak kaum Muslim. Tetapi, dapatkah kita memahami, jika ada umat atau tokoh politik atau tokoh Islam yang mengkampanyekan hal yang sama dengan kelompok misionaris Kristen itu?Wallahu a�lam bishowab. (suara-islam)


~ by islamthetruth on 04/04/2009.

2 Responses to “Sekularisasi Partai Politik Misi Kristen Terselubung”

  1. hh… informative ))

  2. tulisan Arbania Fitriani ini di Facebook?

    Subject: TESTIMONI MANTAN KADER PKS!!

    testimoni ini ditulis oleh seorang mantan kader PKS dari UI bernama
    arbania fitriani sebagai “note” pribadi di facebook. yang menyentuh
    saya adalah kritik arbania terhadap doktrin PKS yg ia anggap sama
    sekali tak manusiawi. padahal, pada ideolog ikhwanul muslimin yg
    menjadi inspirasi gerakan tarbiyah/PKS selalu gembar-gembor bahwa Islam
    (maksud Islam sebagaimana ditafsirkan dalam kerangka ideologi mereka)
    adalah agama yg “waqi’i”, dan “waqi’iyyah” adalah prinsip utama dalam
    doktrin dan dakwah Islam. “waqi’i” artinya sikap realistis terhadap
    kebutuhan alamiah manusia.

    silahkan dinikmati..
    ulil
    —-
    Benarkah PKS Pro Rakyat
    Indonesia?

    A TESTIMONY FROM EX PKS CADRE

    Pertama-tamasaya menuliskan pengalaman saya ini tidak untuk menjatuhkan atau menjelek-jelekkan salah satu partai besar di Indonesia. Saya hanya ingin berbagi pengalaman untuk menjadi bahan renungan para pembaca agar dapat lebih mengenal PKS dari dalam.

    Tulisan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengenal PKS secara objektifagar rakyat Indonesia mengetahui apakah PKS benar-benar mengusung kepentingan rakyat Indonesia atau justru sedang mengkhianati masyarakat dan para kadernya sendiri dengan sentimen keagamaan serta jargon sebagai partai bersih. Sayangnyabanyak masyarakat dan orang-orang di dalam tubuh PKS ini pun tidak menyadarinya.

    Bagian tersebut akan saya jelaskan secara singkat di akhir cerita sayadan sekarang saya ingin berbagi dulu kepada para pembaca mengenai sistem pengkaderan PKS yang sangat canggih dan sistematis sehingga dalam waktu singkat membuatnya menjadi partai besar.

    Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari ‘am sirriyah sampai ke ‘am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwahsampai ke fase dakwah secara terang-teranganseja k PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS.

    Dalam struktur pengkaderan PKS di kampusada beberapa lingkaranyakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro’ah (MS)lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB)dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM)BPM (MPM)dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga dakwah tingkat jurusanfakultassamp ai ke universitas. Jika di universitas tersebut terdapat asrama dan punya kegiatan kemahasiswaanmaka di sana pun pasti ada struktur seperti yang telah saya terangkan.

    Universitas biasanya akan berhubungan dengan PKS terkait perkembangan politik kampus maupun perkembangan politik nasional. Dari sanalah basis PKS dalam melakukan pergerakan-pergerak an politik dalam negeri atas nama mahasiswa baik itu yang berwujud demonstrasi ataupun pergerakan lainnya. Sistem pergerakanpengkader andan struktur lingkaran yang terjadi di dunia kampus sama persis dengan yang terjadi di tingkat nasional.

    Kembali ke dalam struktur lingkaran PKS di kampusorang- orang yang duduk di MS jumlahnya biasanya tidak banyak dan orang-orangnya adalah orang-orang yang terpilih. Kebanyakan yang menjadi anggota MS adalah mahasiswa yang memang sudah di kader sejak SMU. Tapi tidak banyak juga yang berhasil masuk ke dalam MS dari orang-orang yang telah dikader pada saat kuliah. Saya termasuk orang yang masuk ke dalam lingkaran MS yang baru di kader pada saat kuliah dan menduduki posisi sebagai mas’ulah di asrama UI sehingga saya punya akses langsung untuk berdiskusi dengan mas’ulah tingkat universitas. Dari sini juga saya akhirnya banyak tahu sistem dalam PKS meskipun saya pada tingkat fakultas hanya masuk sampai tingkat MB.
    Dalam MS dan MB memiliki mas’ul (pemimpin untuk anggota ikhwan) dan mas’ulah (pemimpin untuk anggota akhwat). Masing-masing mas’ul (ah) ini membawahi MS secara keseluruhan dan ada juga mas’ul(ah) yang membawahi sayap-sayap dakwah yakni sayap tarbiyah (mengurusi pengkaderan khusus untuk ikhwah seperti pemetaan liqoatmateri liqoatdll)sayap syiar (mengurusi syiar islam khususnya dalam lembaga kerohanian formal dan menjaring kader baru)dan sayap sosial & politik (mengurusi dakwah dalam bidang lembaga formal kampus yakni BEM dan MPM).

    Di lingkaran ke dua adalah majelis besaranggotanya adalah ikhwah yang sudah di kader juga dan tinggal menerima keputusan dari MS untuk dilaksanakan. JadiMS ini adalah tink-tank dari seluruh kegiatan yang terjadi di kampus. Apabila kader PKS duduk sebagai ketua BEM/Senat atau MPM/BPMmaka semua kegiatannya harus mendapat ijin dari MS dan memang biasanya berbagai agenda di BEM/Senat dan MPM/BPM ini dibuat oleh MS.

    Bagaimana sistem pengkaderan PKS itu sendiri? Bagaimana PKS mengubah seorang menjadi kader yang militant? Jalan pertama adalah menguasai SenatBEMBPMdan MPM. Apabila lembaga formal ini sudah dikuasai maka akan mudah untuk membuat kebijakan terutama pada masa penerimaan mahasiswa baru.

    Saat orientasi Mahasiswa baru biasanya mereka akan dibentuk kelompok kecil (halaqah) dan ikhwah PKS akan berperan sebagai mentor. Kegiatan ini akan berlanjut rutin selama masa perkuliahan di mana halaqah ini akan berkumpul 1 minggu sekali. Dari sinilah biasanya akan terjaring orang-orang yang kemudian akan menjadi ikhwah militanbahkan orang yang sebelumnya tidak pakai jilbab dan sangat gaul bisa menjadi seorang akhwat yang sangat pemalu namun juga sangat militan.

    Agenda utama kami adalah membentuk Manhaj Islamiyah di Indonesia menuju Daulah Islamiyah (mirip dengan sistem Khilafah Islamiyah dari HTI). Doktrin utama dalam sistem jamaah PKS yang juga menamakan dirinya sebagai jamaah Ikhwanul Muslimin ini adalah “nahnu du’at qobla kulli sya’I” dan “sami’na wa ata’na”. Dua doktrin inilah yang membuat kami semua menjadi orang yang sangat loyal dan militan. Setiap instruksi yang diberikan dari mas’ul(ah) ataupun murabbi(ah) kami akan kami pasti patuhi meskipun kami tidak benar-benar paham tujuannya. Seperti menyumbangmengikuti demonstrasimeskipun harus bolos kuliahdll.

    Selama saya aktif di pergerakan inisaya melihat banyak sekali teman-teman saya yang berhenti menjadi Aktivis Dakwah Kampus (ADK). Dulu saya merasa kasihan dengan merekakarena yang saya tahu “diberitahu oleh murabbi kami dan juga seringkali dibahas dalam taujih atau tausiyah (semacam kultum) ” bahwa dalam jalan dakwah ini selalu akan ada orang-orang yang terjatuh di jalan dakwahmereka adalah orang-orang futur (berbalik ke belakang). Orang-orang ini biasanya kami label sebagai anggota “basah” (barisan sakit hati).. Saya mempercayai semuanya sampai akhirnya saya pun merasa tidak cocok lagi untuk berada di sana dan memutuskan untuk keluar dari ADK padahal saya dulu sudah diproyeksikan sebagai ADK abadi (orang yang akan menjadi aktivis dakwah kampus selamanya dengan cara menjadi dosen atau karyawan tetap di kampus).

    Ada beberapa alasan yang membuat saya mengambil keputusan untuk keluarantara lain:

    1. Adanya ekslusivisme antara kami para ADK dengan orang-orang diluar ADK. Kami para ADK adalah orang-orang khos (orang khusus) dan mereka adalah adalah orang ’amah (orang umum). Orang khos adalah orang yang sudah mengikuti tarbiyah dan mengikuti liqo’at (semacam halaqah tapi lebih khusus lagi) dan orang ’amah adalah orang yang belum mengenal tarbiyah.

    Para ikhwahterutama para ADKtidak akan mau menikah dengan ’amah karena mereka dapat membuat orang khos seperti kami menjadi futurebahkan bisa membuat kami terlempar dari jalan dakwah. Istilah khos dan a’amah ini membuat saya merasa tidak natural dan tidaknmanusiawi dalam menghadapi teman saya yang ’amah.

    Saya diajarkan bahwa mereka adalah mad’u (objek dakwah) saya. Jika saya bisa menarik mereka ke dalam sistem kami apalagi bisa menjadi ADKmaka kami akan mendapat pahala yang sangat besar. Saya merasa menjadi berdagang dengan teman saya yang dulunya sebelum menjadi ADK adalah sahabat saya. Saya merasa tidak memanusiakan teman saya dan lebih memandang mereka sebagai objek dakwah.

    2. Dalam liqo’at ataupun dauroh saya juga ada beberapa hal yang membuat saya tidak sregseperti bahwa saya harus lebih mengutamakan liqo’at daripada kepentingan orang tua dan keluarga saya. Bahkan saya pernah diberitahu bahwa bila sudah ada panggilan liqo’atmski orang tua saya sakit dan harus menjaganyamaka saya harus tetap datang liqo (entah mengapa selama beberapa tahun saya bisa menerima konsep yang kurang manusiawi ini).

    Hal lain adalah saya tidak boleh mengikuti kajian di luar liqo sayapadahal setahu saya bahwa kebenaran itu tidak hanya milik liqo sayamasih banyak sekali kebenaran di luar sana. Bahkan buku bacaan pun diatur dimana ada banyak buku yang saya sangat berguna untuk menambah wawasan keislaman saya seperti buku yang mengajarkan tentang hakikat islam namun oleh murabbi saya dilarang. Untuk hal ini saya membangkang karena seandainya islam itu memang benar rahmatan lil alamin maka ilmunya pun pasti sangat luas dan tidak hanya monopoli orang-orang di PKS semata.

    Dan hal yang paling mengusik saya adalah selama saya mengaji di liqo ataupun mengikuti taujih dan taushiyah dalam syuro ataupun dauroh-dauroh (training) saya merasa lebih banyak diajarkan tentang kebencian terhadap agama atau aliran lain seperti bagaimana kejamnya kaum nashoro (nasrani) yang membantai saudara kami di Posoyahudi yang membantai saudara kami di PalestinaJIL yang memusuhi kamiNII yang sesatteman-teman Salafi yang mengganggu kamidst. Sampai-sampaiakibat begitu terinternalisasinya hal tersebutketika saya mengikuti tarbiyah universitas dan sedang makan siangsaya dan teman-teman menganggap yang sedang kami makan dan telan itu adalah orang-orang yahudi dan nashoro.

    Doa-doa kami pun selalu secara khusus ketika qunut adalah untuk mujahid-mujahid di Palestina dan Afganistan (kadang saya berpikir kapan kita berdoa untuk pahlawan perjuangan di Indonesia yang telah menghadiahkan kemerdekaan terhadap kita). Sejujurnya saya lebih tersentuh dan bisa menangis tersedu-sedu ketika dibacakan ayat-ayat seperti dalam surat Ar-Rahman yang menceritakan Cinta-Ilahi ketimbang surah seperti Al-Qiyamah yang menceritakan azabNya.

    Kebencian sangat bertentangan dengan hati nurani saya karena saya sangat percaya dengan ayat yang mengatakan bahwa rahmat Allah SWT lebih cepat dari murkaNyayang artinya cinta Allah SWT seharusnya dapat menghapus kemarahanNya terhadap umat manusia. Inilah sebabnya mengapa di sini hati saya merasa sangat kering saat mengikuti tausiyah dan taujih yang senantiasa bercerita tentang peperangan dan kebencian.

    3. Semua ganjalan-ganjalan yang saya rasakan akhirnya meledak ketika saya kemudian tahu dari sumber yang terpercaya dalam pemerintahanjuga dari petinggi PKS sendiritentang agenda yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya dan pastinya juga tidak diketahui oleh orang-orang se-level saya atau bahkan pun pengurus inti PKS.

    Agenda utama PKS adalah menghancurkan budaya Indonesia melalui invasi budaya Arab Saudi. Banyak sekali indikasi yang saya rasakan langsung pada saat menjadi ADK seperti upaya kami untuk menghalang-halangi acara senibudayamusikdll. Hingga berbagai upaya kami agar bisa memboikot mata kuliah ilmu budaya dasar (IBD). Saya ingat dulukarena saya begitu termakan doktrin bahwa mata kuliah IBD tidak berguna dan bisa melemahkan iman saya seringkali membolos kalau ada latihan menari sampai saya sempat dibenci teman-teman saya.

    Kembali kepada agenda PKS ini sebagai perpanjangan tangan dari Kerajaan Saudi tujuan utamanya adalah agar kekuasaan Arab bisa mencapai indonesia mengingat satu-satunya sumber devisa Arab adalah minyak yang diperkirakan akan habis pada tahun 2050 dan melalui jamaah haji.

    Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan merupakan umat muslim terbesar di dunia. Bahkan jika seluruh umat muslim di timur tengah disatukanumat muslim Indonesia masih jauh lebih banyak. Untuk ituagar dapat bertahan secara ekonomimaka Arab Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah melalui invasi kebudayaan.

    Islam dibuat menjadi satu dengan kebudayaan Arabsehingga budaya Arab akan dianggap Islam oleh masyarakat Indonesia yang relatif masih kurang terdidik dan secara emosional masih sangat fanatik terhadap agama.

    Ketika kebudayaan lokal sudah bisa dihilangkan dan kebudayaan Arab yang disamarkan sebagai Islam dapat berkuasamaka orang-orang akan menjadi begitu fanatik buta bahkan fundamentalis dan tidak bisa lagi mengapresiasi agama lain dan budaya lokal. Lalubila kebudayaan Nusantara sudah sampai dianggap musyrik atau bid’ahmaka saat itulah NKRI akan bubar. Orang-orang yang pulaunya dihuni oleh mayoritas non muslim atau yang masih memegang budaya lokal di indonesia akan meminta merdeka. Pulau-pulau di Indonesia akan terpecah belah dan pada saat itulah orang-orang ini akan bagi-bagi “kue”.

    Peta rencanaya adalah bagian pulau di Indonesia yang mayoritas Islam akan dikuasai oleh Arab. Sedangkan daerah yang penduduknya mayoritas kristen akan dikuasai oleh Amerika. Laludaerah-daerha yang mayoritas penduduknya beragama HinduBuddhaAnimisme dll.akan dikuasai oleh Cina.

    Tidak banyak orang PKS yang tahu soal inihanya segelintir saja yang memahaminya. Mereka menduduki posisi-posisi strategis dalam pemerintahan agar dapat lebih memudahkan agendanya. Sentimen keagamaan terus dipakai untuk meraih simpati masyarakat. Sehingga berbagai produk kebijakan seperti Perda SyariatUU APPdll. yang rata-rata hanya sekedar mengurus masalah cara berpakaian semata akan dengan bangganya diterima oleh masyarakat muslim yang naif sebagai keberhasilan Islam. Masyarakat kita lupa bahwa sampai saat ini PKS belum menghasilkan produk yang dapat memajukan ekonomimenyelesaika n permasalahan kesehatanpendidikan pencegahan bencana alamkorupsitraffick ingtayangan TV yang semakin memperbodoh masyarakatdan permasalahan lain yang lebih riil dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita ketimbang sekedar mengatur cara orang dewasa berpakaian dan berperilaku.

    Jangan terburu-buru apriori dan menganggap tulisan mengenai pengalaman saya ini adalah black campaign. Renungkan dengan hati nurani yang dalam. Tidak ada kepentingan saya selain hanya menyampaikan kebenaran.

    Saya tahu resiko apa yang ada di hadapan saya dan siapa yang saya hadapi. Tapi saya lebih takut menjadi bagian dari orang yang zalimkarena tahu kebenarannamun tidak bersuara. Rasa cinta saya bagi negeri yang sudah memberi saya kehidupan ini menutupi rasa takut saya. Saya yakin siapa yang berjalan dalam kebenaran maka kebenaran akan melindunginya.

    Buat rekan sayamurabbi sayasahabat- sahabat saya dulu sesama ikhwahsaya mencintai kalian semua dan akan terus mencintai kalian. Saya berharappersaudaraa n kita tetap terjalin karena bukanlah partai atau agama yang mempersaudarakan kitatapi karena kita satu umat manusiaanak cucu Adam. Kalau bahasa teman sayakita menjadi saudara karena kita menghirup udara yang samamakanya kita disebut “sa-udara”.Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi bahan renungan para jamaah “fesbukiyah” dalam menentukan pilihan pemimpin yang akan membawa kapal Indonesia menuju masyarakat yang bahagiamakmur dan sentosayang memiliki jati diri dan menghargai kebudayaan nusantara. Wallahu A’lam Bis-Shawab Wallahul Musta’an.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: